06 May 2026
1
0
Jakarta, 21 April 2026 — Mahakarya Citra Utama melalui Virtual Zoom kembali menyelenggarakan Webinar Kuliah Pakar dengan tema “Penguatan Soft Skills Mahasiswa Kesehatan melalui Pendekatan Pembelajaran Inklusif.”
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Noer Saudah, S.Kep., Ns., M.Kes, yang membahas pentingnya penguatan soft skills mahasiswa kesehatan melalui sistem pembelajaran yang partisipatif, fleksibel, dan menghargai keberagaman individu dalam lingkungan pendidikan kesehatan .
Dalam pemaparannya, Dr. Noer Saudah menjelaskan bahwa dunia kesehatan tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik dan keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga kemampuan interpersonal yang kuat.
Masih ditemukan berbagai tantangan dalam proses pendidikan kesehatan, seperti rendahnya kemampuan komunikasi, kurangnya empati, kesulitan bekerja dalam tim, hingga rendahnya kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap situasi klinis yang kompleks. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan dan hubungan profesional dengan pasien maupun tenaga kesehatan lainnya .
Pembelajaran inklusif dijelaskan sebagai pendekatan pendidikan yang memberikan akses setara dan bermakna bagi seluruh mahasiswa, dengan tetap menghargai keberagaman serta kebutuhan individu.
Pendekatan ini bersifat:
Melalui pembelajaran inklusif, mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga memiliki karakter profesional, empatik, dan menghargai perbedaan .
Dr. Noer Saudah menegaskan bahwa pendekatan inklusif memiliki peran besar dalam pengembangan soft skills mahasiswa kesehatan karena mampu meningkatkan:
Mahasiswa dilatih untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga kemampuan membangun hubungan manusiawi dengan pasien .
Dalam kuliah pakar ini, dijelaskan beberapa soft skills utama yang harus dimiliki mahasiswa kesehatan, antara lain:
Soft skills tersebut menjadi kompetensi penting yang mendukung kualitas pelayanan kesehatan di masa depan .
Beberapa pendekatan pembelajaran inklusif yang diterapkan untuk memperkuat soft skills mahasiswa meliputi:
Pendekatan ini membantu mahasiswa belajar secara aktif, kolaboratif, dan kontekstual sesuai tantangan dunia kesehatan modern .
Dr. Noer Saudah menekankan bahwa dosen memiliki peran strategis sebagai fasilitator, pembimbing, dan role model dalam membangun karakter mahasiswa kesehatan.
Dosen tidak hanya bertugas menyampaikan materi akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang suportif, inklusif, dan mendorong mahasiswa untuk berkembang secara emosional maupun sosial .
Kuliah pakar ini menegaskan bahwa penguatan soft skills melalui pendekatan pembelajaran inklusif merupakan langkah penting dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan berempati tinggi.
Mahasiswa kesehatan perlu dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama, serta kepedulian sosial agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan humanis di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Sebagai penutup, Dr. Noer Saudah menyampaikan pantun motivatif:
“Pergi belajar ke negeri seberang,
Mencari ilmu penuh makna.
Soft skills kuat akan menunjang,
Mahasiswa unggul siap berkarya.”
“Bunga melati di tepi taman,
Harum semerbak sepanjang hari.
Soft skills kuat jadi pegangan,
Tenaga kesehatan unggul dan berempati.”